Skip to main content

Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi Direhabilitasi

Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi


Malang (ANTARA) - Sedikitnya seluas 30,1 hektare lahan tambang emas di kawasan Tumpang Pitu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah direhabilitasi guna mengimbangi intensitas penambangan yang telah dieksploitasi seluas 900 hektare di wilayah itu.

Presiden Direktur PT BSI (Bumi Suksesindo), Adi Adriansyah Sjoekri, Senin, mengatakan untuk mengimbangi intensitas produksi penambangan, kondisi lingkungan di sekitar lokasi tambang juga terus ditingkatkan.

"Kami (BSI) telah menyelesaikan pembangunan compliant point (titik penataan). Fungsi dari titik penataan ini untuk menangkap sedimen, sehingga tidak terbawa air menuju pantai Pulau Merah," tutur Adi di sela kunjungan di lokasi tambang emas Tumpang Pitu di Banyuwangi.

Adi Adriansyah Sjoekri menerangkan Kementerian Lingkungan juga telah mengambil 2.094 sampel lingkungan selama kuartal akhir 2018 untuk memenuhi persyaratan pengambilan sampel yang diatur oleh peraturan perundangan serta untuk keperluan pemantauan internal atas inisiatif perusahaan.

Pada kuartal akhir 2018, lanjut Adi, BSI telah melakukan kegiatan rehabilitasi yang dimulai sejak 2016 seluas 30,1 hektar. Selain melaksanakan rehabilitasi secara terus-menerus, BSI juga telah memenuhi kewajiban jaminan reklamasi sebesar Rp58,6 miliar rupiah untuk periode 2015-2019.

"Pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, taat hukum dan menerapkan prinsip-prinsip penambangan yang baik merupakan tekad kami (BSI). Jika penilaian Kementerian Lingkungan, BSI memenuhi ketentuan rehabilitasi dan reklamasi lahan kurang dari seratus persen, pencairan jaminan reklamasi juga disesuaikan persentase yang dicapai," kata Adi.

Untuk mempertahankan bebagai jenis tanaman asli yang ada di kawasan tambang, BSI menggunakan konsep "green mining". Ada beberapa tempat persemaian (nursery) sebagai tempat aneka jenis tanaman asli yang nantinya digunakan untuk menghijaukan kembali kawasan Tumpang Pitu, melalui reklamasi tambang.

Selain itu, juga terus dilakukan penghijauan di lahan-lahan kritis, dengan menabur benih atau menanam dari jenis tanaman buah-buahan. Tanaman itu dipilih sebagai upaya memberikan cadangan makanan bagi satwa yang ada di sekitar kawasan tambang. "Ini agar satwa tetap betah berada hutan di sekitar tambang," ucapnya.

Selama proses penambangan, menurut Manajer Corporate Communications, PT Bumi Suksesindo, Teuku Mufizar Mahmud, tidak menggunakan air tanah, tetapi air hujan. Ketika hujan, air hujan tak akan keluar, karena ada dam penampungan yang juga berguna untuk pengendapan sedimentasi.

"Kami tidak mengambil air tanah. Air hujan selama setahun kami tampung. Ada tiga dam yang akan menyaring endapan sedimen sebelum dibuang ke sungai. Sementara dam yang mengandung Sianida tidak dibuang, tapi dipakai kembali untuk pelindihan batuan dan tanah. Sedangkan untuk pengambilan batuan dan tanah kita sesuaikan kontur agar tidak longsor dan banjir," ucap Mufizar.

Reklamasi dan rehabilitasi lahan dilakukan setelah lahan sudah tidak digunakan lagi. Namun, proses pemulihan kembali lahan tersebut cukup panjang. Tahapan pengembalian lahan yang harus dilakukan cukup panjang yang disebut proses reklamasi tambang.

Proses reklamasi tambang tersebut, pertama pengembalian tanah yang sebelumnya diambil. Ketika akan melakukan galian, tanah pucuk diambil dan disisihkan. Saat lahan sudah tidak digunakan galian tanah itu akan dikembalikan, karena tanah pucuk ini unsur haranya paling bagus.

Usai proses pengembalian tanah, tanaman perintis atau semak belukar akan ditanam pertama kali. Selanjutnya, tanaman tinggi, seperti pohon sengon dan berbagai jenis tumbuhan yang pada awalnya memang tanaman yang tumbuh di tempat itu. Dan, terakhir tumbuhan hutan.

Comments

Popular posts from this blog

Ekspor Kayu Olahan Indonesia ke China dan Thailand

Foto, Bengkulutoday Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu di Sumatera mengembangkan sayap ekspor dari produk komoditi pertanian seperti kayu olahan dan cangkang sawit ke negara China dan Thailand. “Produk kita akan menuju China dan Thailand, semoga ke depan lebih banyak muncul produk-produk unggulan yang siap ekspor," kata Staf Ahli Gubernur Bengkulu, Ricky Gunarwan di Bengkulu. Saat melepas komoditas ekspor berupa kayu olahan dari karet dan cangkang kelapa sawit ( Elaeis guineensis ) di Pelabuhan Pulau Baai, Ricky mengatakan keterbukaan konektivitas lewat Pelabuhan Pulau Baai dan Bandara Internasional Fatmawati akan memberi manfaat kenaikan pendapatan asli daerah dari sisi ekspor komoditas unggulan. Komoditi ekspor berupa 823, 7407 meter kubik kayu olahan senilai 286.566,96 dolar AS atau setara dengan Rp4,01 miliar dengan tujuan China dan cangkang sawit sebanyak 8.500 MTS senilai 386.750 dolar Amerika atau setara dengan Rp5,4 miliar dengan tujuan Thailand. Kayu ol...

Caleg-Caleg Perusak Lingkungan

Tulungagung, Jatim - Aktivis lingkungan dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Mangkubumi mengecam aksi vandalisme para caleg yang memasang alat peraga kampanye dengan cara dipaku di pohon-pohon sepanjang jalur hijau daerah itu, cenderung merusak lingkungan dan jorok. "Caleg-caleg yang merusak lingkungan seperti ini jangan dipilih. Masih calon saja sudah merusak, nanti jika terpilih dia tidak memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan," kata Manager Kampanye Hutan PPLH Mangkubumi, Imam Mustakim di Tulungagung, Selasa. Ia menyebut vandalisme poster caleg tersebar di hampir semua jalur hijau. Baik di seputar kota, jalan protokol, jalur antar kecamatan hingga desa-desa. Atribut kampanye caleg dalam berukuran poster yang di beri rangka kayu bambu ditempel dengan cara dipaku ke batang-batang perdu di tepi jalan. Kendati tidak sampai "mematikan" tanaman, tindakan itu dinilai melukai pohon. Menurut Imam, perilaku caleg yang memanfaatkan pohon sebagai te...